PESAWARAN - Sebanyak enam kecamatan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Pesawaran, selama tiga bulan terakhir ini sudah tertular virus flu burung terhadap unggas.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran, Aspiran Syateri, didampingi Kabid Peternakan Distannak Pesawaran, Emi Yeni Erniati menuturkan, sejak Bulan Januari 2011 lalu sudah delapan kasus positif flu burung dan puluhan suspect atau diduga tertular virus avian influenza (AI) yang tersebar di enam kecamatan.
Menurutnya, Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu daerah endemis
penyebaran flu burung terhadap unggas karena apabila dalam satu desa
tertular maka daerah sekitarnya pun terinfeksi virus tersebut.
"Meskipun daerah ini endemis flu burung, namun itu hanya terjadi pada unggas bukannya manusia sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," terangnya, Rabu (20/4).
Sementara itu, Kabid Peternakan Distannak Pesawaran, Emi Yeni Erniati pun menerangkan, akan tetapi yang utama, seharusnya masyarakat yang memiliki ternak unggas khususnya ayam kampung selalu mengandangkan ternaknya sehingga dapat memutus penyebaran virus itu.
" Selain itu, masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang bangkai unggas sembarangan di sungai atau dibiarkan saja bangkai tersebut tanpa dikubur atau dibakar menjadi penyebaran virus," terangnya.
Menurutnya, permasalahannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengandangkan ternak unggasnya yakni karena mereka beralasan biaya pakan akan meningkat kalau ternak dikandangkan.
Terpisah dr yurisha Susanti, mengatakan, kesadaran masyarakat untuk melapor apabila terjadi kasus penularan sudah ada namun masih saja ada
sebagian masyarakat yang membuang bangkai di sungai sehingga penyebaran virus AI itu semakin cepat tertular.
Menurutnya, Penanganan terhadap penyebaran virus tersebut terhadap unggas
selama ini intensif dilakukan bahkan kerjasama dengan pihak kesehatan
setempat pun dilakukan agar tidak menular kepada manusia.
" Untuk itu, setiap hari tim gerak cepat pemantau penyebaran flu burung selalu turun ke lapangan guna mengantisipasi terjadinya kasus di daerah itu," ungkapnya.
Ia menambahkan, Sejak awal tahun 2011 sudah terjadi delapan kasus positif flu
burung yang menyerang di enam kecamatan namun dapat diatasi, bahkan hingga pertengahan Bulan April 2011 ini belum ada kasus lagi.(eka)
* Simposium Kanker Mulut Rahim GOW Sanggau

SANGGAU - Wakil ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sanggau dr Yudha Pranata SpOG M Kes mengatakan, selama tahun 2010 ada tiga orang penderita kanker mulut rahim (serviks) yang meninggal dunia di Kabupaten Sanggau. Sementara di Indonesia satu orang meninggal dalam satu jam karena penyakit tersebut, dan ditemukan sekitar 40 ribu kasus setiap tahun.
Hal tersebut diungkapkan dr Yudha Pranata ketika dikonfirmasi Tribun, Rabu (20/4) seusai simposium kanker mulut rahim yang dilaksanakan di ruang rapat lantai satu kantor bupati Sanggau. Dirinya menegaskan antisipasi sejak dini bagi para ibu akan sangat membantu untuk menghindari munculnya kanker mulut rahim tersebut.
"Dari data yang kita miliki tiga orang meninggal dunia di Kabupaten Sanggau ini khususnya yang diakibatkan oleh kanker mulut rahim. Sementara data secara keseluruhan penderita kanker ini selama tahun tersebut tidak kita miliki. Karena tidak semua penderita bisa kita lakukan deteksi secara langsung," ungkapnya.
Kanker mulut rahim tersebut diungkapkan Yudha Pranata, lebih dikarenakan perilaku wanita berhubungan seksual dengan banyak pria serta memulai hubungan seksual pada usia muda. Yang menjadi penyebab utama meningkatnya resiki serangan kanker mulut rahim (serviks) pada seorang perempuan.
"Kanker mulut rahim ini disebabkan oleh virus human papiloma (HPV) yang kemudian berubah menjadi kanker. Infeksi virus ini yang kemudian pertumbuhan sel yang tidak normal pada mulut rahim, diperkirakan 80 persen perempuan akan terinveksi HPV ini semasa hidupnya, namun hanya sekitar 50 persen diantaranya yang terserang kanker mulut rahim," ungkapnya.
Upaya-upaya pencegahan dikatakan Yudha bisa dilakukan oleh para ibu untuk mengantisipasi kanker mulut rahim tersebut. Seperti vaksinasi juga melakukan deteksi dini misalnya dengan pemeriksaan PAP- Smear, sampai pada melakukan operasi bagi mereka yang sudah menderita kanker rahim dengan stadium lanjut.
Berikan Pemahaman
Sementara ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sanggau Arita Apolina secara terpisah mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan. Agar para ibu di Sanggau mengetahui sedini mungkin apa yang harus dilakukan agar tidak terserang kanker mulut rahim (serviks) yang dapat menyebabkan kematian tersebut.
"Ini juga merupakan upaya kita untuk meningkatkan taraf hidup wanita di Kabupaten Sanggau, karena dengan kegiatan seperti ini kita berharap muncul kesadaran pada diri kaum perempuan. Dan bisa melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini agar tidak terserang kanker yang dapat menyebabkan kematian ini," tukasnya.
Diakui Arita Apolina, tidak menutup kemungkinan di Sanggau masih banyak wanita yang tidak mengetahui terkait kanker mulut rahim tersebut. Sehingga memerlukan bantuan dari berbagai pihak, bertepatan pula dengan pelaksanaan Hari Kartini yang jatuh pada besok (hari ini-red) Kamis (21/4) yang dirayakan bersama-sama.
"Memang rencananya simposium ini dilaksanakan bertepatan dengan hari kartini, namun karena beberapa alasan maka kita laksanakan pada hari ini. Dan kita bersyukur peserta dalam kegiatan ini juga sangat banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Dan wanita-wanita yang tergabung dalam persatuan wanita dari beberapa kecamatan juga turut hadir," tandasnya. (sbs)
Kanker mulut rahim (serviks)
- Penyebab : virus human papiloma (HPV) yang disebabkan oleh perilaku seksual dengan banyak patner (bisa laki-laki juga perempuan) dan hubungan seksual diusia dini
- Gejala : - Pendarahan setelah berhubungan badan
- Pendarahan spontan diantara haid (datang bulan)
- Keputihan yang berbau dan bercampur darah
- Nyeri panggul dan gangguan berkemih serta nyeri saat berhubungan seksual
- Pengobatan
- Tindakan bedah
- Radioterapi
- Kemoterapi
- Terapi Paliatif (supportif care)
- Pencegahan
- Mengikuti penyuluhan terkait perilaku hidup sehat dan juga vaksinasi
- Melakukan deteksi dini misalnya dengan pemeriksaan PAP-smear
Sumber : Wakil ketua IDI Sanggau Data : SBS

KALIANDA-Stok darah di Lamsel setiap bulannya rata-rata aman. PMI Lamsel juga memiliki lebih dari 100 pendonor aktif dan biasa menyumbangkan darahnya.
Sedangkan untuk kebutuhan darah di Lamsel perbulannya rata-rata 125 kantong perbulan dari semua golongan darah. Kebutuhan juga terkadang tidak pasti apakah itu golongan jenis A, B, AB, atau O. Pastinya semua memiliki sama memiliki kebutuhan yang sama.
Kemudian untuk kebutuhan darah rutin adalah bagi pasien talasemia, gagal ginjal, pendarahan saat persalinan dan kecelakaan lalulintas. ”Tapi semua itu atas permintaan dokter di rumah sakit,” kata Sriyadi, koordinator Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Lamsel.
Ia menambahkan jika PMI dalam menyalurkan darah tidak ada timbal balik material atau jual beli, melainkan pengembalian darah. Hal ini untuk menjaga stok darah agar tidak kehabisan.
”Penggantian memang mestinya sesuai yang digunakan, tapi jika tidak ada bisa dengan golongan darah lain dan itu pun waktunya tidak ditentukan,” tambah Sriyadi. Selama ini P2D2S memang rutin mencari persediaan darah dan untuk kendala nyaris tidak ada.
”Kami memiliki 100 lebih pendonor yang selalu siap ketika diminta, dan juga ada sepuluh instasi diantaranya Pemkab, Polres, Kodim yang juga selalu siap menutupi kekurangan darah,” jelas Sriyadi.
Diakui Sriyadi, untuk bulan April ini persediaan darah cukup banyak kegiatan sosial donor darah ada di beberapa tempat. Untuk saat ini jumlah stok darah adalah golongan A empat kantong, B sembilan kantong, AB sembilan kantong dan O ada 13 kantong. (tri)