
BERMODAL uang Rp 1,5 juta, pria asal Langkat Sumatera Utara ini yang hanya berprofesi sebagai buruh tidak tetap bertekad untuk keliling wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.
"Saya tidak memiliki motivasi apapun dalam melakukan ini, hanya sekedar ingin membuktikan omongan saya sendiri bahwa saya mampu keliling Indonesia dengan bersepeda," ujar Zulkifli, ketika diwawancarai saat keluar dari Kantor Kejati Sumsel, Kamis (21/4).
Menurut pria berusia 34 tahun yang masih berstatus lajang, selain membuktikan omongan dirinya sendiri, salah satu keinginannya yakni ingin namanya masuk dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Meskipun dirinya tidak mengetahui, siapa pemegang rekorMURI dalam kategori jelajah Indoneisa dengan menggunakan sepeda.
"Di Palembang saya sudah dua hari, total lama perjalanan saya sekitar lima bulan lebih. Sekitar pertengahan Oktober 2010 lalu, saya memulai bersepeda dari titik nol kilometer Sabang Propinsi Aceh," ungkap Zulkifli sembari meyakinkan kepada wartawan bahwa dirinya memang benar melakukannya.
Selama perjalannnya menelusuri wilayah Pulau Sumatera, meskipun sepeda miliknya hanya sepeda biasa dan bukan sepeda balap ataupun sepeda gunung. Tercatat hanya empat kali mengganti ban sepeda. Setiap kantor polisi dan masjid, menjadi tempat persinggahan untuk beristirahat.
"Saya bersyukur selama perjalanan saya belum bertemu orang yang mau berniat jahat. Alhamdulillah sampai sekarang saya belum pernah menderita sakit yang parah, paling hanya sekedar kecapekan saja," ujar pria kelahiran Langkat, 10 Desember 1976.
Di setiap wilayah yang dilalui, ia mampir ke kantor pemerintah untuk meminta tangan tangan sebagai bukti perjalannya. Diakuinya,tanda tangan diperolehnya mayoritas hanya ditanda tangani pegawaiyang piket. Lantaran mayoritas pejabat pemerintah yang ditemuinya, kebanyakan tidak sedang berada di tempat.
"Saya tidak pernah meminta uang kepada siapa pun. Uang dan makan yang saya dapat, kebanyakan dari warga yang melihat saya langsung saat saya melintasi pemukiman warga," ungkap Zulkifli yang enggan memberitahukan berapa jumlah sisa uangnya sebagai bekalnya dalam melanjutkan perjalanan selanjutnya.

NYAMAK berarti menggelar samak atau tikar pandan buat acara makan bersama keluarga maupun teman-teman. Istilah ini pula yang dipilih PT Lishan Jaya Putera sebagai nama food court di lantai dasar Dago Plaza,
Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung. Semakin unik ketika nyamak dijadikan akronim nyantai dan makan.
Nyamak yang dibuka sejak 15 April 2011, menghadirkan nuansa interior yang beda dibanding food court lain di seputaran Kota Bandung. Cukup banyak dipasang ornamen sign system yang bentuknya menyerupai rambu
lalu lintas, serta dekorasi memanfaatkan benda-benda dengan bentuk dan warna tegas.
Direktur Plaza Dago, Hendra Tjahya, mengatakan di area food court berkonsep industrial ini terdapat 46 tenant yang menyediakan 1001 menu makanan dan minuman. Mulai aneka makanan tradisional Sunda, menu
nusantara, oriental, masakan Italia, hingga sajian ala western.
Semua makanan utama yang ditawarkan di food court berkapasitas lebih 150 orang ini, diolah di counter. Sedangkan pikulan maupun gerobak makanan dan minuman ringan ditempatkan di bagian tengah food court.
“Kebersihan area ini menjadi perhatian penting buat kami. Buat menjamin kualitas citarasa makanan dan minuman, seluruh tenant kami seleksi ketat. Brand mereka harus sudah dikenal dan sudah mempunyai
beberapa cabang,” kata Hendra, Rabu (20/4) sore.
Sebagian tenant makanan dan minuman ringan berhadapan langsung dengan perangkat big screen maupun LCD TV. Menurut Hendra, melalui perangkat display tersebut, konsumen bisa menikmati tayangan videoklip, maupun
film-film pendek unik.
“Pada waktu tertentu kami tayangkan laga sepakbola, F1, MotoGP, dan tayangan menarik lain. Sehingga kehadiran Nyamak tidak hanya memberi konsumen tempat alternatif bersantap, tapi juga memperkuat karakter
entertainment di kawasan Dago Plaza,” ujar Hendra. (rry)
KOTA AGUNG – Dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Club Senang Kebugaran Tanggamus (SCKT) akan menggelar lomba senam erobik tingkat Provinsi Lampung. Senam yang akan diperuntukan bagi ibu-ibu dan remaja putri tersebut, akan digelar di pekon Purwodadi, Gisting, pada Jumat (22/4) esok.
Ketua CSKT Kabupaten Tanggamus, Suhartono, kepada Tribun, Rabu (20/4), mengungkapkan, bahwa kegiatan lomba senam erobik tersebut, dimaksudkan untuk kembali memasyarakatkan olahraga senam ditengah masyarakat yang saat ini sudah mulai terkikis.
“Kita ingin kembali menggalakan olahraga senam. Olahraga ini dulunya cukup banyak digemari masyarakat. Namun saat ini mulai terkikis. Padahal olahraga senam cukup murah meriah,” ujarnya.
Ditambahkannya, selain untuk kembali menggalakan olahraga senam, kegiatan lomba juga dimaksudkan untuk mempromosikan daerah kabupaten Tanggamus kepada masyarakat lainnya. Sebab, selama ini gaung Kabupaten Tanggamus masih belum begitu semenggema daerah Metro dan Bandar Lampung.
“Kita juga ingin mempromosikan potensi daerah Kabupaten Tanggamus. Selama ini, Kabupaten Tanggamus selalu diidentikan dengan Pringsewu,” paparnya.(ded) |

BANDUNG - Komunitas sepeda perempuan, Nu Gareulis Ngagowes (NGN) akan melakukan keliling kota malam hari menyembut peringatan Hari Kartini. Acara yang diberi nama Gowes Chantique-chantique Night Ride itu akan digelar mulai pukul 18.00 (setelah Magrib), Kamis (21/4).
Menurut Dewi Kurnia, Ketua Komunitas NGN, acara keliling Kota Bandung di malam hari itu akan dimulai dari Balaikota Bandung Jalan Wastukencana. Kemudian melalui Jalan Aceh, Merdeka, Braga, Lembong, Tamblong, Naripan, masuk Braga lagi, lalu masuk Jalan Asia Afrika, Dalem Kaum, Lengkong Kecil, Karapitan, Sunda, Sumbawa, Lombok, Banda, Cimandiri, Diponegoro, Supratman, Ciliwung, Cihapit dan berkahir di Jalan RE Martadinata (BABE).
"Semua peserta akan mengenakan kebaya untuk yang perempuan. Kalau yang laki-laki akan mengenakan pakaian ala kabayan," kata Dewi saat dihubungi Tribun, Rabu (20/4).
Bagi warga Bandung yang ingin ikut serta meramaikan acara ini, kata Dewi ada pungutan biaya untuk makan malam bersama dan merchandise sebesar Rp 20 ribu.
"Selain itu kami akan adakan sesi foto-foto di titik-titik tempat bersejarah," ujarnya. (ddh)